ingin cerita anda di sini kirim ke email: curhatme@gmail.com

kok kayak pungli ya..!

on Selasa, 29 Maret 2011
Perkenalkan saya SP saya tinggal di salah kabupaten di Jawa Timur berinisail NGI. saya ingin curhat massalah pemerintahan kususnya di bidang perpajakan. saya serba binggung ingin ngomong gimana.
kejadian ini di perkirakan satu bulan yang lalu saat saya melakukan perpajakan dan ganti plat nomor kenbdaraan bermotor. yang jadi permasalan saya itu khusunya di bagian adsministrasinya, kesannya itu kayak pungli. sebab saat saya masuk itu ketika di bagian penggesek an nomor saya harus membeli stopmab seharga 3.000 setelah itu setelah selesai penggesekan nomor motor saya di kenakan biaya sebesar 20.000 . setelah itu dibagian lokek formulir saya di kenakan biaya sebesar 80.000. setelah mengisi formulir saya di suruh tunggu di kursi dan di panggil untuk membayar kembali pajak asli motor 212.000 itu + pajak parkir di pinggir jalan 15.000. huft terbayangkan kan . itu gak ada di pemberirtahuan misalnya di tulis didepan meja atau admistrasinya sekali saja . biar kesannya itu gak kayak pungli gitu.

Belajar Dari Tukang Bakso

on Senin, 28 Maret 2011
Di suatu senja sepulang kantor, saya masih berkesempatan untuk ngurus tanaman di depan rumah, sambil memperhatikan beberapa anak asuh yang sedang belajar menggambar peta, juga mewarnai. Hujan rintik – rintik selalu menyertai di setiap sore di musim hujan ini.
Di kala tangan sedikit berlumuran tanah kotor,…terdengar suara tek…tekk.. .tek…suara tukang bakso dorong lewat. Sambil menyeka keringat…, ku hentikan tukang bakso itu dan memesan beberapa mangkok bakso setelah menanyakan anak - anak, siapa yang mau
bakso ?
“Mauuuuuuuuu. …”, secara serempak dan kompak anak - anak asuhku
menjawab.
Selesai makan bakso, lalu saya membayarnya. …
Ada satu hal yang menggelitik fikiranku selama ini ketika saya
membayarnya, si tukang bakso memisahkan uang yang diterimanya. Yang satu disimpan dilaci, yang satu ke dompet, yang lainnya ke kaleng bekas kue semacam kencleng. Lalu aku bertanya atas rasa penasaranku selama ini.
“Mang kalo boleh tahu, kenapa uang - uang itu Emang pisahkan ? Barangkali ada tujuan ?” “Iya pak, Emang sudah memisahkan uang ini selama jadi tukang bakso yang sudah berlangsung hampir 17 tahun. Tujuannya sederhana saja, Emang hanya ingin memisahkan mana yang menjadi hak Emang, mana yang menjadi hak orang lain / tempat ibadah, dan mana yang menjadi hak cita – cita penyempurnaan iman “.
“Maksudnya.. ..?”, saya melanjutkan bertanya.
“Iya Pak, kan agama dan Tuhan menganjurkan kita agar bisa berbagi dengan sesama. Emang membagi 3, dengan pembagian sebagai berikut :
1. Uang yang masuk ke dompet, artinya untuk memenuhi keperluan hidup sehari - hari Emang dan keluarga.
2. Uang yang masuk ke laci, artinya untuk infaq/sedekah, atau untuk melaksanakan ibadah Qurban. Dan alhamdulillah selama 17 tahun menjadi tukang bakso, Emang selalu ikut qurban seekor kambing, meskipun kambingnya yang ukuran sedang saja.
3. Uang yang masuk ke kencleng, karena emang ingin menyempurnakan agama yang Emang pegang yaitu Islam. Islam mewajibkan kepada umatnya yang mampu, untuk melaksanakan ibadah haji. Ibadah haji ini tentu butuh biaya yang besar. Maka Emang berdiskusi dengan istri dan istri menyetujui bahwa di setiap penghasilan harian hasil jualan bakso ini, Emang harus
menyisihkan sebagian penghasilan sebagai tabungan haji. Dan insya Allah selama 17 tahun menabung, sekitar 2 tahun lagi Emang dan istri akan melaksanakan ibadah haji.
Hatiku sangat………..sangat tersentuh mendengar jawaban itu. Sungguh sebuah jawaban sederhana yang sangat mulia. Bahkan mungkin kita yang memiliki nasib sedikit lebih baik dari si emang tukang bakso tersebut, belum tentu memiliki fikiran dan rencana indah dalam hidup seperti itu. Dan seringkali berlindung di balik tidak mampu atau belum ada rejeki.
Terus saya melanjutkan sedikit pertanyaan, sebagai berikut : “Iya memang bagus…,tapi kan ibadah haji itu hanya diwajibkan bagi yang
mampu, termasuk memiliki kemampuan dalam biaya….”.
Ia menjawab, ” Itulah sebabnya Pak. Emang justru malu kalau bicara soal mampu atau tidak mampu ini. Karena definisi mampu bukan hak pak RT atau pak RW, bukan hak pak Camat ataupun MUI.
Definisi “mampu” adalah sebuah definisi dimana kita diberi kebebasan untuk mendefinisikannya sendiri. Kalau kita mendefinisikan diri sendiri sebagai orang tidak mampu, maka mungkin selamanya kita akan menjadi manusia tidak mampu. Sebaliknya kalau kita mendefinisikan diri sendiri, “mampu”, maka Insya Allah dengan segala kekuasaan dan kewenangannya Allah akan memberi kemampuan pada kita”.
“Masya Allah…, sebuah jawaban elegan dari seorang tukang bakso”.

Segelas Air Sebanding Dengan Sejuta Pound

Penulis terkenal kebangsaan Mesir yang bernama Mustafa Amin, dimana beliau adalah salah satu yang dijebloskan ke dalam penjara di masa pemerintahan Gamal Abdul Naser pada tahun 1965, menceritakan kisahnya saat berada di dalam penjara.
Ia berkata, “Di antara bentuk penganiayaan yang ditetapkan pemerintah pada saat itu adalah melarang penghuni penjara makan dan minum. Larangan untuk makan sangatlah menyakitkan, walaupun masih memungkinkan untuk bertahan, akan tetapi haus adalah siksaan yang tidak mungkin bisa ditanggung, khususnya di bulan-bulan musim panas dengan derajat panas yang tinggi sekali
Selain itu saya mempunyai penyakit gula, yang mengharuskan saya banyak minum. Di hari pertama pelarangan ini, saya masuk kamar kecil, di sana saya mendapatkan tempat air yang berisi air untuk istinja’, kemudian saya minum air tersebut sampai habis, dan sebagai ganti untuk istinja’, saya gunakan tissu toilet. Dengan semakin bertambahnya rasa hausku, saya terpaksa minum air kencing. Sampai di hari ketiga, saya tidak mendapatkan air kencing untuk saya minum.
Saya sangat haus, saya merasakan siksaan yang sangat pedih. Kemudian, saya berjalan-jalan di dalam sel saya sehingga nampak seperti orang gila. Lidah dan tenggorokan saya kering. Terkadang saya menunduk ke lantai dengan harapan semoga sipir penjara terlupa dan menyisakan setetes air ketika mereka mengepel lantai!!
Setelah itu saya merasakan bahwa saya hampir binasa, dalam kondisi seperti itu saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan, saya kuras pikiranku, sampai saya terhuyung-huyung, ketika itu aku malihat bahwa pintu sel dibuka dengan perlahan-lahan, dan dalam kegelapan saya perhatikan ada tangan seseorang mengulurkan segelas air dingin. Saya tergoncang, terbayang seolah-olah aku telah gila? Aku mulai melihat bayangan orang itu, ah … tidak mungkin ini air … ini hanyalah fatamorgana. Kemudian, saya ulurkan tangan dan saya benar-benar menyentuh gelas tersebut, ternyata sedingin es. Saya melihat pembawa gelas tadi meletakkan jarinya di atas bibirnya, seolah-olah ia berkata kepada saya, ‘Janganlah kamu bicara’.
Saya minum air tersebut, akan tetapi ia sangat berbeda dengan air yang pernah saya minum selama ini, ia adalah air yang paling nikmat yang pernah saya minum di dalam kehidupan saya sebelumnya. Kalau seandainya pada waktu itu aku memegang uang satu juta pound (junaih), niscaya aku berikan kepada sipir yang tidak kukenal ini.
Minum air segelas tersebut membuat ruh saya seakan kembali ke tubuh dan tidak perlu lagi makan karena kenyang. Bahkan, lebih dari itu, aku merasa tidak perlu dikeluarkan dari penjara. Saya merasakan kebahagiaan yang belum pernaha saya rasakan selama hidup saya, semua itu disebabkan segelas air yang dingin.
Setelah itu, sipir pergi dengan cepat seperti kedatangannya tadi dan menutup pintu sel dengan perlahan. Saya melihat bayangan sipir, ia adalah pemuda yang berkulit coklat dan berbadan pendek. Akan tetapi, saya merasakan ia seperti malaikat. Saya melihat langsung pertolongan ALlah di sel penjara.
Hari yang penuh siksaan terus berjalan, tanpa pernah lagi melihat sipir yang tidak saya kenal itu. Kemudian, saya dipindahkan ke ruangan penyiksaan di lantai dasar penjara. Setiap hari melihat sipir yang tidak saya kenal itu berdiri di hadapan saya. Ketika itu saya hanya berdua. Saya bertanya dengan perlahan-lahan kepadanya, ‘Kenapa engkau lakukan perbuatan itu? Kalau mereka mengetahuinya tentu memecatmu’.
Dengan menyunggingkan senyum, ia menjawab, ‘Hanya memecat saya!? Bahkan, mereka akan membunuh saya dengan menembakkan senjata?’
Saya bertanya, ‘Apa yang membuatmu melakukan hal yang berbahaya itu?
Ia menjawab, ‘Sesungguhnya saya mengenal anda, namun anda tidak mengenal saya. Kira-kira 9 tahun yang lalu, seorang petani dari Giza mengirim surat kepada anda, yang isinya menceritakan bahwa ia adalah seorang petani yang tinggal di sebuah perkampungan, dalam hidupnya ia sangat menginginkan membeli seekor sapi. Akan tetapi, setelah 6 bulan sapi yang berhasil dibelinya tersebut mati. Beberapa bulan setelah itu, yakni pada malam-malam Lailatul Qadar di bulan Ramadhan, tiba-tiba pintu rumah yang sempit kepunyaan petani itu diketuk, dan datanglah utusan dari harian koran anda, Akhbarul Yaum, sambil memegang tali yang mengikat seekor sapi di belakangnya. Ketika itu koran harian Akbarul Yaum selalu mewujudkan beratus-ratus impian para pembacanya di malam-malam Lailatul Qadar di setiap tahunnya’.
Sipir itu terdiam sebentar, kemudian ia berkata, ‘Petani yang telah Anda kirimi seekor sapi kepadanya 9 tahun yang lalu adalah ayahku’.
Bukankah telah aku katakan kepada kalian tadi bahwa pertolongan Allah menyertaiku saat aku di dalam sel penjara?!
Demikianlah perbuatan baik yang telah dilakukan seorang penulis sejak 9 tahun yang lalu terhadap seorang petani telah membuahkan hasil dan bisa menyelamatkan hidup sang penulis (dengan izin Allah Subhanahu wa Ta’ala). Segelas air di saat-saat ujian yang berat sekali lebih berharga dan lebih nikmat dari segala yang ada didunia.
Oleh karena itu, jadikanlah dalam beramal ikhlas semata-mata karena Allah Ta’ala. Allah Subhanahu wa Ta’ala senantiasa menolong hamba-Nya selama hamba tersebut menolong saudaranya. Menginfakkan harta di jalan kebaikan, pasti akan mendapatkan balasan walaupun setelah lama berlalu masanya. Terkadang balasan perbuatan baik itu akan berlipat ganda. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-baqarah: 272, yang artinya:
“Dan apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan (di jalan Allah), maka pahalanya itu untuk kamu sendiri. Janganlah kamu membelanjakan sesuatu, melainkan karena mencari keridhaan Allah. Apa saja harta yang baik yang kamu nafkahkan, niscaya kamu akan diberi pahalanya dengan cukup, sedang kamu sedikit pun tidak akan dianiaya (dirugikan). ”
Sumber: Bila Amal Dibayar Kontan (Terjemahan: Kama Tadinu Tudanu, pengarang Sayyid Abdullah Sayyid Abdurrahman Ar-Rifa’i Abu Hasyim).

kisah di masjid Ampel

Kamis,24 juni 2010. Siang itu aku berada di perpustakaan kampusku setelah hampir seharian mengobok-obok isi perpus untuk mencari referensi tugas akhirku semester depan. Setelah baca sana sini ternyata membuat kapalaku tambah pusing. ketika itu aku putuskan untuk sholat ashar di masjid ampel karena selepas lulus sma sudah lama aku nggak berkunjung ke sana sekalian menghilangkan penat dan mencari semangat baru. Karena melihat waktu yang masih lama menjelang asar aku putuskan untuk belok sebentar menuju jembatan yang menjadi trademarknya kota surabaya apa lagi kalau bukan jembatan suramadu. Kebetulan jalan dari kampus its ke ampel melewati suramadu jadi nggak ada salahnya sekalian lihat soalnya seumur-umur aku belum pernah coba  melewati jembatan yang bulan juli depan menginjak usia 1 tahun itu. Ketika hampir sampai di depan pintu tol tiba-tiba aku baru sadar jika uang di dompet cuma ada 10 ribu kebetulan bensin juga mau habis takutnya bisa berangkat nggak bisa kembali . Akhirnya aku urungkan niat yang sebenarnya sudah lama terpendam.
Nggak jadi ke suramadu akhirnya aku kembali ke tujuan awal sholat asar di masjid agung ampel sekalian ziarah makam. Kebetulan waktu tiba di sana bertepatan masuk waktu asar jadi bisa langsung sholat asar.bergegas aku langsung mengambil air wudhlu dan masuk ke masjid.
tiba-tiba ketika hendak masuk masjid pandanganku tertuju pada seorang pria muda yang berjalan tertatih-tatih menuju sof di barisan terdepan. ternyata pria itu adalah seorang buta yang hendak ikut berjamaah ashar di masjid yang sama denganku. Setelah aku perhatikan terus pria itu, ternyata tak kutemui sanak keluarga atau saudara yang menemani setidaknya menuntunnya hingga sof terdepan . hanya tuntunan dari jamaah  lain yang membantu pria ini menuju sof yang di inginkan. Kemudian terlintas di pikiranku ” siapa yang menggerakkan langkah pria ini hingga bisa sampai di sini dengan pakaian bersih dan rapi layaknya orang yang hendak beribadah??”. Pertanyaan itu selalu terlintas di pikiranku sampai-sampai terbawa dalam sholat asarku. Sampai selesai sholat pun aku masih bertanya-tanya “siapa yang nanti akan mengantarkan pemuda buta ini pulang?? Jika pria ini punya keluarga kenapa keluarganya begitu tega melepas pria ini sendirian tanpa ada yang menemaninya?? ” dan banyak pertanyaan lain di benakku saat itu.
Ketika jamaah asar telah selesai aku putuskan untuk menunggu pemuda buta ini dengan maksud ingin menjawab semua pertanyaan di benakku tentang pemuda itu. Aku mulai menunggu pemuda buta itu yang terus berdoa layaknya orang biasa pada umumnya yang tak kurang suatu apapun. Sudah cukup lama aku menunggunya tapi pemuda buta itu terus berdoa tanpa henti. Jamaah lain sedikit demi sedikit meninggalkan sofnya karena memang mereka telah selesai berdoa tapi pria ini seakan masih banyak uneg-uneg yang ingin ia sampaikan kepadaNya dia tetap berdoa tanpa henti.
Waktu itu saya berada di pinggir belakang pemuda itu sekitar 50 meter dari sof tempatnya bermunajat. Sambil menunggu pemuda itu,aku melihat waktu menunjukkan pukul 15:35. Pemuda itu terus dan terus berdoa tanpa henti. Aku mulai lelah menunggu dan perutpun sudah mulai meraung-raung meminta tumbal karena memang aku belum makan siang waktu itu. Tapi rasa penasaran akan pemuda itu membuatku bertahan hingga waktu menunjukkan jam 15:45 sore.karena sudah lama sekali menunggu akhirnya aku putuskan untuk berjalan mendekati pemuda itu dan duduk di belakangnya nggak jauh dari tempatnya berdoa untuk mengetahui apa yang dia lakukan sampai selama itu.
Setelah mendengar doanya aku terheran-heran dan tidak menyangka pemuda buta itu lebih seperti membaca qur’an dari pada sedang berdoa. Begitu lancar dan fasihnya pemuda itu melantunkan ayat-ayat suci ini sampai aku menyimpulkan beliau adalah seorang penghafal qur’an (hafidz) karena beliau adalah seorang buta dan tak ada al-qur’an di tangannya. Perasaan malu sekaligus senang bercampur menjadi satu. malu karena melihat keadaanku yang sehat,normal tidak kurang suatu apapun ternyata tidak aku manfaatkan dengan sebaik-baiknya seperti yang di lakukan pemmuda itu. Jika di bandingkan dengan pemuda tadi aku merasa bagaikan bumi dan langit. Melihat mulai dari semangatnya untuk ibadah dan jika telah berkomunikasi dengan tuhanNya beliau bisa bertahan hingga berjam-jam seperti ini hanya untuk berdoa kepadaNya beda dengan aku yang paling lama mungkin menghabiskan waktu sekitar 15 menit itupun doa yang kupanjatkan sudah full version. Senangnya karena walaupun dengan keterbatasan yang ada pada pemuda itu dia tetap memiliki semangat yang tinggi untuk beribadah bahkan lebih semangat dari orang normal pada umumnya.
Singkat cerita aku sudah nggak kuat menunggu pemuda itu. waktu sudah menunjukkan jam 16.30 yang berarti sudah hampir 1 jam aku menunggu pemuda itu. perutku juga sudah meronta-ronta nggak terkendali. Aku takut terjadi apa-apa soalnya aku punya riwayat sakit mag gara-gara telat makan. Aku berpikiran mungkin pemuda ini akan terus berdoa sampai waktu maghrib tiba jadi aku putuskan untuk meninggalkan pemuda itu walaupun rasa penasaran itu masih tersimpan rapi di otakku. Akhirnya lewat
serambi bagian belakang masjid aku mencari sepatuku dan bergegas pulang. tempat parkir masjid ini berada di bagian depan yang berarti aku harus lewat depan dan melewati tempat pemuda tadi . karena bentuknya seperti lorong aku masih bisa lihat pemuda itu untuk terakhir kalinya sebelum menuju parkiran dan meninggalkan tempat itu.
Tapi waktu lewat situ ternyata pemuda itu sudah nggak ada. Aku langsung berpikiran “wah,ternyata penantianku tidak sia-sia”. Cepat-cepat aku langsung kembali ke serambi bagian belakang masjid melepas sepatu dan masuk ke dalam untuk mencari pemuda tadi. Setelah mencari kesana-kemari ternyata pemuda itu sudah menghilang entah kemana. lelah mencari karena pintu keluar dari masjid  itu juga banyak akhirnya aku putuskan untuk istirahat sebentar di serambi belakang masjid agung ampel sambil menulis kisah ini di hp kesayanganku.waktu menunjukkan jam 16:46 saat aku menulis artikel ini. baru dapat sebagian cerita yang keluar dari kepalaku aku harus buru-buru pulang karena waktu sudah hampir menjelang maghrib.
Sesampainya di parkiran aku baru ingat belum mengabadikan gambar apa-apa untuk artikel yang aku tulis dadakan ini. Mau photo masjidnya nggak enak di lihat sama tukang parkirnya .karena bingung photo apa yang cocok untuk di pasang di artikel dadakanku ini. akhirnya cuma ini deh foto yang bisa aku abadikan.

Sebenarnya inti dari kisah ini bukan jembatan suramadunya,rasa laparku atau bahkan foto kartu parkir yang aku abadikan sebelum keluar dari area parkir . Dari kisah ini aku jadi ingat sebuah ayat yang pernah di ajarkan guruku waktu sma dulu yang artinya :
“Hai orang-orang yang beriman,janganlah suatu kaum mengolok-olok suatu kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olokkan) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok) dan jangan pula wanita-wanita (mengolok-olokkan) wanita-wanita lain (karena) boleh jadi wanita-wanita (yang diperolok-olokkan) lebih baik dari wanita (yang mengolok-olokkan) dan janganlah kamu mencela dirimu sendiri dan janganlah kamu panggil memanggil dengan gelar-gelar yang buruk. Seburuk-buruk panggilan ialah (panggilan) yang buruk sesudah iman, dan barang siapa yang tidak bertaubat, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.”
(QS.Al-Hujuraat: 11)
“Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjingkan sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertaqwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang.”
(QS.Al-Hujuraat: 12)

walaupun dia seorang buta yang berjalan dengan tertatih-tatih,walaupun mungkin dalam perjalanan hidupnya ada sebagian orang yang memperolok-olok karena kekurangan yang di milikinya,tapi percayalah dia akan menjadi orang yang jauh lebih tinggi derajatnya di sisi Allah dari pada mereka yang berprasangka buruk kepadanya.
mudah-mudahan aku dan sahabat semua dapat terhindar dari sifat berprasangka buruk dan tidak lagi memandang orang rendah hanya karena kekurangan fisik yang di milikinya . maaf ya jika ada salah-salah kata semoga di lain kesempatan aku dapat menyajikan artikel yang lebih menarik lagi,amien…

aku menangis untuk adik ku 6 kali

Aku dilahirkan di sebuah dusun pegunungan yang sangat terpencil. Hari demi hari, orang tuaku membajak tanah kering kuning, dan punggung mereka menghadap ke langit. Aku mempunyai seorang adik, tiga  tahun lebih muda dariku.

Suatu ketika, untuk membeli sebuah sapu tangan yang mana semua gadis di sekelilingku kelihatannya membawanya, Aku mencuri lima puluh sen dari laci ayahku. Ayah segera menyadarinya. Beliau membuat adikku dan aku berlutut di depan tembok, dengan sebuah tongkat bambu di tangannya. "Siapa yang mencuri uang itu?" Beliau bertanya. Aku terpaku, terlalu takut untuk berbicara. Ayah tidak mendengar siapa pun mengaku, jadi Beliau mengatakan, "Baiklah, kalau begitu, kalian berdua layak dipukul!" Dia mengangkat tongkat bambu itu tinggi-tinggi. Tiba-tiba, adikku mencengkeram tangannya dan berkata, "Ayah, aku yang melakukannya!" 

Tongkat panjang itu menghantam punggung adikku bertubi-tubi. Ayah begitu marahnya sehingga ia terus menerus mencambukinya sampai Beliau kehabisan nafas. Sesudahnya, Beliau duduk di atas ranjang batu bata kami dan memarahi, "Kamu sudah belajar mencuri dari rumah sekarang, hal memalukan apa lagi yang akan kamu lakukan di masa mendatang? ... Kamu layak dipukul sampai mati! Kamu pencuri tidak tahu malu!"

Malam itu, ibu dan aku memeluk adikku dalam pelukan kami. Tubuhnya penuh dengan luka, tetapi ia tidak menitikkan air mata setetes pun. Di pertengahan malam itu, saya tiba-tiba mulai menangis meraung-raung. Adikku menutup mulutku dengan tangan kecilnya dan berkata, "Kak, jangan menangis lagi sekarang. Semuanya sudah terjadi."

Aku masih selalu membenci diriku karena tidak memiliki cukup keberanian untuk maju mengaku. Bertahun-tahun telah lewat, tapi insiden tersebut masih kelihatan seperti baru kemarin. Aku tidak pernah akan lupa tampang adikku ketika ia melindungiku. Waktu itu, adikku berusia 8 tahun. Aku berusia 11.

Ketika adikku berada pada tahun terakhirnya di SMP, ia lulus untuk masuk ke SMA di pusat kabupaten. Pada saat yang sama, saya diterima untuk masuk ke sebuah universitas propinsi. Malam itu, ayah berjongkok di halaman, menghisap rokok tembakaunya, bungkus demi bungkus. Saya mendengarnya memberengut, "Kedua anak kita memberikan hasil yang begitu baik...hasil yang begitu baik..." Ibu mengusap air matanya yang mengalir dan menghela nafas, "Apa gunanya? Bagaimana mungkin kita bisa membiayai keduanya sekaligus?"

Saat itu juga, adikku berjalan keluar ke hadapan ayah dan berkata, "Ayah, saya tidak mau melanjutkan sekolah lagi, telah cukup membaca banyak buku." Ayah mengayunkan tangannya dan memukul adikku pada wajahnya. "Mengapa kau mempunyai jiwa yang begitu keparat lemahnya? Bahkan jika berarti saya mesti mengemis di jalanan saya akan menyekolahkan kamu berdua sampai selesai!"

Dan begitu kemudian ia mengetuk setiap rumah di dusun itu untuk meminjam uang. Aku menjulurkan tanganku selembut yang aku bisa ke muka adikku yang membengkak, dan berkata, "Seorang anak laki-laki harus meneruskan sekolahnya; kalau tidak ia tidak akan pernah meninggalkan jurang kemiskinan ini. " Aku, sebaliknya, telah memutuskan untuk tidak lagi meneruskan ke universitas.

Siapa sangka keesokan harinya, sebelum subuh datang, adikku meninggalkan rumah dengan beberapa helai pakaian lusuh dan sedikit kacang yang sudah mengering. Dia menyelinap ke samping ranjangku dan meninggalkan secarik kertas di atas bantalku: "Kak, masuk ke universitas tidaklah mudah. Saya akan pergi mencari kerja dan mengirimu uang."

Aku memegang kertas tersebut di atas tempat tidurku, dan menangis dengan air mata bercucuran sampai suaraku hilang. Tahun itu, adikku berusia 17 tahun. Aku 20.

Dengan uang yang ayahku pinjam dari seluruh dusun, dan uang yang adikku hasilkan dari mengangkut semen pada punggungnya di lokasi konstruksi, aku akhirnya sampai ke tahun ketiga (di universitas). Suatu hari, aku sedang belajar di kamarku, ketika teman sekamarku masuk dan memberitahukan, "Ada seorang penduduk dusun menunggumu di luar sana!"

Mengapa ada seorang penduduk dusun mencariku? Aku berjalan keluar, dan melihat adikku dari jauh, seluruh badannya kotor tertutup debu semen dan pasir. Aku menanyakannya, "Mengapa kamu tidak bilang pada teman sekamarku kamu adalah adikku?" Dia menjawab, tersenyum, "Lihat bagaimana penampilanku. Apa yang akan mereka pikir jika mereka tahu saya adalah adikmu? Apa mereka tidak akan menertawakanmu?"

Aku merasa terenyuh, dan air mata memenuhi mataku. Aku menyapu debu-debu dari adikku semuanya, dan tersekat-sekat dalam kata-kataku, "Aku tidak perduli omongan siapa pun! Kamu adalah adikku apa pun juga! Kamu adalah adikku bagaimana pun penampilanmu..."

Dari sakunya, ia mengeluarkan sebuah jepit rambut berbentuk kupu-kupu. Ia memakaikannya kepadaku, dan terus menjelaskan, "Saya melihat semua gadis kota memakainya. Jadi saya pikir kamu juga harus memiliki satu." Aku tidak dapat menahan diri lebih lama lagi. Aku menarik adikku ke dalam pelukanku dan menangis dan menangis. Tahun itu, ia berusia 20. Aku 23.

Kali pertama aku membawa pacarku ke rumah, kaca jendela yang pecah telah diganti, dan kelihatan bersih di mana-mana. Setelah pacarku pulang, aku menari seperti gadis kecil di depan ibuku. "Bu, ibu tidak perlu menghabiskan begitu banyak waktu untuk membersihkan rumah kita!" Tetapi katanya, sambil tersenyum, "Itu adalah adikmu yang pulang awal untuk membersihkan rumah ini. Tidakkah kamu melihat luka pada tangannya? Ia terluka ketika memasang kaca jendela baru itu.."

Aku masuk ke dalam ruangan kecil adikku. Melihat mukanya yang kurus, seratus jarum terasa menusukku. Aku mengoleskan sedikit saleb pada lukanya dan mebalut lukanya. "Apakah itu sakit?" Aku menanyakannya. "Tidak, tidak sakit. Kamu tahu, ketika saya bekerja di lokasi konstruksi, batu-batu berjatuhan pada kakiku setiap waktu. Bahkan itu tidak menghentikanku bekerja dan..." Ditengah kalimat itu ia berhenti. Aku membalikkan tubuhku memunggunginya, dan air mata mengalir deras turun ke wajahku. Tahun itu, adikku 23. Aku berusia 26.

Ketika aku menikah, aku tinggal di kota. Banyak kali suamiku dan aku mengundang orang tuaku untuk datang dan tinggal bersama kami, tetapi mereka tidak pernah mau. Mereka mengatakan, sekali meninggalkan dusun, mereka tidak akan tahu harus mengerjakan apa. Adikku tidak setuju juga, mengatakan, "Kak, jagalah mertuamu aja. Saya akan menjaga ibu dan ayah di sini."

Suamiku menjadi direktur pabriknya. Kami menginginkan adikku mendapatkan pekerjaan sebagai manajer pada departemen pemeliharaan. Tetapi adikku menolak tawaran tersebut. Ia bersikeras memulai bekerja sebagai pekerja reparasi.

Suatu hari, adikku di atas sebuah tangga untuk memperbaiki sebuah kabel, ketika ia mendapat sengatan listrik, dan masuk rumah sakit. Suamiku dan aku pergi menjenguknya. Melihat gips putih pada kakinya, saya  menggerutu, "Mengapa kamu menolak menjadi manajer? Manajer tidak akan pernah harus melakukan sesuatu yang berbahaya seperti ini. Lihat kamu sekarang, luka yang begitu serius. Mengapa kamu tidak mau mendengar kami sebelumnya?"

Dengan tampang yang serius pada wajahnya, ia membela keputusannya. "Pikirkan kakak ipar--ia baru saja jadi direktur, dan saya hampir tidak berpendidikan. Jika saya menjadi manajer seperti itu, berita seperti apa yang akan dikirimkan?"

Mata suamiku dipenuhi air mata, dan kemudian keluar kata-kataku yang sepatah-sepatah: "Tapi kamu kurang pendidikan juga karena aku!" "Mengapa membicarakan masa lalu?" Adikku menggenggam tanganku. Tahun itu, ia berusia 26 dan aku 29.

Adikku kemudian berusia 30 ketika ia menikahi seorang gadis petani dari dusun itu. Dalam acara pernikahannya, pembawa acara perayaan itu bertanya kepadanya, "Siapa yang paling kamu hormati dan kasihi?" Tanpa bahkan berpikir ia menjawab, "Kakakku."

Ia melanjutkan dengan menceritakan kembali sebuah kisah yang bahkan tidak dapat kuingat. "Ketika saya pergi sekolah SD, ia berada pada dusun yang berbeda. Setiap hari kakakku dan saya berjalan selama dua jam untuk pergi ke sekolah dan pulang ke rumah. Suatu hari, Saya kehilangan satu dari sarung tanganku. Kakakku memberikan satu dari kepunyaannya. Ia hanya memakai satu saja dan berjalan sejauh itu. Ketika kami tiba di rumah, tangannya begitu gemetaran karena cuaca yang begitu dingin sampai ia tidak dapat memegang sumpitnya. Sejak hari itu, saya bersumpah, selama saya masih hidup, saya akan menjaga kakakku dan baik kepadanya."

Tepuk tangan membanjiri ruangan itu. Semua tamu memalingkan perhatiannya kepadaku. Kata-kata begitu susah kuucapkan keluar bibirku, "Dalam hidupku, orang yang paling aku berterima kasih adalah adikku." Dan dalam kesempatan yang paling berbahagia ini, di depan kerumunan perayaan ini, air mata bercucuran turun dari wajahku seperti sungai.

4 anggota keluarga saya menderita kangker

Ini sebuah  kisah nyata tentang empat anggota keluarga saya yang menderita berbagai jenis kanker. Dari empat anggota keluarga terdekat saya yang terkena kanker itu, dua di antaranya sudah meninggal dunia, seorang masih dalam perawatan dan seorang lagi alkhamdulillah  sudah sehat kembali.
Arikel ini terdiri dari tiga bagian. Bagian pertama adalah tentang pengalaman sejati yang diderita oleh 4 (empat) anggota keluarga saya, baik tentang jenis penyakitnya, pengobatannnya maupun bagaimana keadaan mereka saat ini berada. Empat Anggota  Keluarga s aya yang terserang kanker adalah (1), Kakak kandung wanita, (2) Istri, (3) Adik ipar perempaun (adik dari istri), dan (4) Suami dari adik ipar yang lain.
Apa itu Kanker ?
Menurut situs RS Kanker Dharmais, Kanker adalah istilah yang digunakan untuk penyakit di mana sel-sel abnormal membelah tanpa kontrol dan mampu menyerang jaringan lain. Sel-sel kanker dapat menyebar ke bagian lain dari tubuh melalui darah dan sistem limfe.
Kanker bukan hanya satu penyakit tapi banyak penyakit. Ada lebih dari 100 berbagai jenis kanker. Sebagian besar kanker diberi nama untuk organ atau jenis sel di mana mereka mulai - misalnya, kanker yang dimulai di usus besar disebut kanker usus besar; kanker yang berawal di sel-sel basal kulit disebut karsinoma sel basal.
Penyebab Kanker
Kanker dapat terjadi dari berbagai jaringan dalam berbagai organ tubuh manusia. Sejalan dengan pertumbuhan dan pembiakan, sel-sel kanker membentuk suatu massa dari jaringan ganas menysusup ke jaringan di dekatnya, dan dapat menyebar ke seluruh tubuh.
Sel-sel kanker dibentuk dari sel-sel normal dalam suatu proses rumit yang disebut transformasi, yang terdiri dari tahapa insisiasi (permulaan) dan promosi
Pada saat sebuah sel menjadi ganas, sistem kekebalan sering dapat menghancurkan sel-sel ganas sebelum berlipat ganda dan menjadi kanker. Kanker cenderung terjadi jika sistem kekebalan tubuh tidak berfungsi secara normal, seperti yang terjadi pada penderita. AIDS. Tetapi sistem kekebalan tidak selalu efektif, kanker dapat menembus perlindungan ini meskipun sistem kekebalan berfungsi secara normal.
Tanda-tanda Terkena Kanker
Gejala yang dirasakan atau terlihat, tapi mungkin tidak mudah dilihat oleh orang lain. Sebagai contoh, menggigil, lemah, sakit, dan merasa sesak napas mungkin merupakan gejala pneumonia.atau kurang darah.
Sebuah tanda juga merupakan sinyal bahwa ada sesuatu yang tidak beres dalam tubuh. Tapi tanda sinyal yang dapat dilihat oleh seorang dokter, perawat, atau ahli kesehatan lain. Demam, pernapasan cepat, dan suara napas tidak normal terdengar melalui stetoskop mungkin tanda-tanda pneumonia.
Dalam banyak kasus, pasien tanda-tanda dan gejala itu sendiri tidak memberikan petunjuk yang cukup bagi dokter untuk mengetahui penyebab dari suatu penyakit. Untuk itu perlu dilakukan tes medis, seperti x-ray, tes darah, atau biopsi.
Jenis-jenis Kanker
Ada banyak jenis kanker, yang dinamai sesuai di bagian mana dari tubuh manusia kanker itu mulai terbentuk yang perlu diketaui, agar kita dapat mendeteksinya lebih dini. Dalam artikel ini hanya ditampilkan beberapa jenis saja yang sering menyerang orang-orang Indonesia yang sering mengaibatkan kematian, apabila tidak dilakukan tindakan sejak dini.
Kanker Payudara
Kanker payudara merupakan jenis kanker yang umum ditemui pada wanita, tetapi ada juga pada pria.
  • Kanker payudara jarang ditemui wanita di bawah usia 30.
  • Tingkat kesembuhannya cukup tinggi jika dapat dideteksi sedini mungkin.
  • Tanda-tandanya: adanya benjolan di payudara, perubahan bentuk payudara, sebelah puting susu masuk ke dalam, keluarnya cairan atau darah dari puting susu.
  • Tes yang dilakukan untuk mendeteksi kanker payudara: mamografi dan biopsy.
Kanker darah atau Leukemia
Leukemia merupakan kanker sel darah putih.
  • Anak dan dewasa dapat terkena kanker ini, namun banyak ditemui pada anak-anak. Anak yang lahir dengan sistem kekebalan tubuh yang tidak normal dapat terkena leukemia. Begitupun jika sering terkena radiasi.
  • Tingkat kesembuhannya cukup tinggi, yaitu 80 persen. Namun tidak demikian untuk anak balita.
  • Tanda-tandanya: seperti anemia dimana pasien merasa lelah dan lemah.
Kanker Paru-paru
Kanker Paru-paru merupakan jenis kanker yang paling sering ditemui di selruh dunia
  • Banyak ditemui pada orang yang usianya 40 tahun.ke atas
  • Tingkat kesembuhannya kecil dan biasanya baru ditemukan setelah menyebar ke seluruh tubuh.
  • Penyebab utamanya adalah kebiasaan merokok.
  • Tanda-tandanya: batuk yang tak kunjung hilang, sakit pada dada saat bernafas, keluar lendir dari batuk yang bercampur darah
  • Berat badan turun, dan tak memiliki selera makan.
Kanker Prostat
  • Kanker prostat berawal dari sel testis pada pria.
  • Menyebar pertama kali melalui kelenjar getah bening dan menyebar luas melalui darah ke paru-paru, tulang, dan lain-lain.
  • Paling sering dialami oleh pria berusia antara 20-34 tahun.
  • Penyebabnya belum diketahui dan masih diteliti.
  • Jika terdeteksi sejak dini, 90 persen dapat disembuhkan.
  • Tanda-tandanya adalah benjolan yang tak terasa sakit pada salah satu testis, atau perubahan bentuk dan ukuran testis.
Macam-macam Pengobatan Kanker
Kanker sampai saat ini masih menjadi penyakit yang menakutkan. Selain menyebabkan kematian yang cepat, penyakit ini juga dapat menurunkan kualitas hidup seseorang. Harapan hidup bagi pasien kanker biasanya akan semakin besar jika kanker tersebut ditemukan saat masih stadium awal, karena pada stadium tersebut sel kanker belum menyebar ke organ lain di dalam tubuh.
Chemotherapy (Kemoterapi)
Adalah salah satu jenis pengobatan kanker yang menggunakan obat untuk menghancurkan sel kanker. Obat ini bekerja untuk menghentikan atau memperlambat pertumbuhan sel kanker. Tapi terkadang pengobatan ini bisa menimbulkan efek samping seperti lelah, mual, muntah, penurunan sel darah, rambut rontok, sariawan, rasa sakit di badan atau bisa juga menyebabkan sel yang sehat tumbuh dengan cepat.
Keuntungan dari kemoterapi ini adalah membantu mengecilkan kanker yang ada sebelum dilakukan operasi atau radiasi, menghancurkan sel kanker yang mungkin masih ada setelah pembedahan atau menghancurkan sel kanker yang datang kembali (recurrent cancer) akibat sel kanker terdahulu telah menyebar ke organ lain.
Pengobatan kemoterapi ini bisa dengan cara disuntik ke otot, melalui pembuluh darah, dioleskan ke kulit atau melalui oral. Setelah dikemoterapi, pasien akan melakukan tes fisik, tes medis (tes darah dan X-ray) dan keadaan dari pasien sendiri untuk mengetahui apakah obat kemoterapi bekerja dengan baik.
Radioterapi
Pengobatan ini menggunakan radiasi untuk membunuh sel kanker atau mengecilkan tumor. Radiasi ini akan merusak materi genetik dari sel kanker, sehingga sel tersebut tidak dapat tumbuh.. Tapi pada beberapa kasus radiasi ini juga bisa menyerang sel-sel yang sehat.
Terapi ini bisa dikombinasikan dengan pengobatan lain. Diperkirakan hampir 50 persen pasien kanker bisa menerima pengobatan radiasi ini.
Radioterapi ini bisa digunakan untuk mengobati hampir semua jenis kanker padat seperti kanker otak, payudara, leher rahim, tenggorokan, paru-paru, pankreas, prostat, kulit, tulang punggung, perut, rahim atau jaringan lunak. Radiasi ini juga bisa digunakan untuk leukimia atau limfoma (kanker yang menyerang sistem limfatik).
Operasi atau Pembedahan
Pengobatan dengan operasi ini dilakukan untuk memperbaiki atau menghilangkan bagian tubuh yang didagnosis memiliki sel kanker. Pengobatan dengan operasi ini bisa juga dikombinasikan dengan radiasi, kemoterapi atau terapi hormon.
Operasi kanker biasanya dilakukan dengan alasan tertentu seperti untuk pencegahan agar sel kanker tidak menyebar ke organ lain, untuk menentukan apakah pertumbuhan kanker masih jinak atau sudah ganas, untuk menentukan stadium dari kanker tersebut, sebagai pengobatan awal agar sel kanker tidak menyebar dan untuk mengurangi gejala atau efek samping seperti tumor tersebut menekan sel saraf atau menghambat organ lain bekerja.
Cryosurgery
Pengobatan ini dengan menggunakan nitrogen cair atau gas argon yang sangat dingin untuk menghancurkan jaringan yang abnormal, bisa digunakan untuk kanker luar atau pun kanker di dalam tubuh. Untuk yang internal biasanya dokter menggunakan bantuan USG atau MRI untuk memantau alat (cryoprobe) yang dimasukkan dalam tubuh untuk melakukan pembekuan sel, sehingga membatasi kerusakan jaringan yang sehat disekitarnya.
Pengobatan ini bisa digunakan untuk beberapa jenis kanker atau kondisi prakanker, seperti retinoblastoma, kanker tulang, kanker kulit, kondisi pra-kanker leher rahim, kanker payudara, kanker usus dan kanker ginjal. Efek samping yang dihasilkan tidak seberat kemoterapi, radiasi atau pembedahan..

cd gue diputer

Thn 2004 gue tingal di Surabaya di kompleks yg disediakan bos utk 8 pegawai kantor, dimana ada 10 rumah dan 1 hall yg biasa disewa utk pesta.

Suatu hari jam 10 malam, salah satu teman kantor sdg berada sendirian di hall dan kesetrum, lalu meninggal dunia ditempat. Langsung terjadi suatu penampakan malam itu. Keponakannya (anak kecil) yg tinggal bersama istrinya di Jakarta mengatakan bhw paman datang dan sempat bicaranya pdnya. Tapi sang istri mengingatkan bhw paman kan masih kerja di Surabaya. ( ?????? ) 

Empat hari setelah pemakaman, gue lagi dikamar nonton TV, pas after midnight kok ada suara musik, seperti musik org kondangan di kampung, yg pake speaker gede2. Anehnya, ini musiknya bukan dangdut atau gending jawa, tapi house-music (lagu disco) yg diulang-ulang, atau kadang dentuman drum+keyboard. (almarhum = jago main keyboard ).

Karena sampe jam 3 pagi suara itu masih terdengar, gue ke teras depan mau cek whatz goin’ on. Gue pikir aneh bgt nih org yg punya hajatan, kenapa musiknya house-music ??.....sampe pagi lagi. Ternyata dirumah sebelah sudah berkumpul banyak orang yg sedang ketakutan dengerin suara musik misteri itu.

TAKUUUUUT ...., suara misteri itu berasal dari hall tempat dia kesetrum.
Disana ada CD player & alat musik lengkap.
Seremnya, mana bisa barang2 itu menyala dg aliran listrik yg sudah dimatikan dari pusat. Dan setiap kali temen kantor + satpam menghampiri pintu hall tersebut, suara musiknya hilang. Tapi setelah menjauh bbrp meter, musiknya mulai lagi.

Maka yakinlah mrk bhw ini adalah kehadiran rekan kami yg meninggal. Keadaan horor ini terjadi beberapa hari, termasuk di siang hari bolong.

Karena kami ketakutan, akhirnya kami melek’an (gak tidur semalam suntuk & mengundang org2 yg berpengalaman dg hal2 gaib ). Para pegawai yg bodinya gede dan bertato pun sampe minta ditungguin wkt mrk mandi. Mobil kantor yg biasa dipake almarhum juga gak ada yg berani pake. Kompleks kami jadi terasa angker banget. Apalagi gue cewek, dan gue paling panakut.

Yang membuat cerita ini super horor buat gue adalah:

Di hall kan banyak CD, tapi yg kami denger cuma lagu house-music, yang dari CD gue, .....dan diulang-ulang..........

my best friend

Hari ini di awali dengan suasana hati yang aneh. Entah itu apa penyebabnya diriku sendiri jugak tidak tahu. Mungkin karena ada yang membohongi dan mengecewakan aku. Karena ada seseorang bisa dikatakan temen dekat yang tidak menepati janjinya.

Aku mencoba untuk tidak mengingatnya lagi. Aku menanam di dalam hatiku kalau kemaren tidak terjadi apa-apa. Namun di dalam dada ku terus bergetar. Namun kufikir rasa itu akan menghilang dengan seiring waktu. Namun ternyata tak berubah aku makin mengingatnya terus. Semakin aku mencoba untuk melupakannya semakin aku ingat dan semakin mendongkolnya hati ku.

Kejadian ini semakin mengingatku pada teman-teman ku yang meninggalkan dIriku.

Beberapa hari kemudian nada sms dari handphone saya berbunyi. Setalah saya lihat ternyata dari temanku ini. Saya tidak membalasnya saya ingin balas dendam agar dia tau gimana rasanya orang yang lagi butuh tidak di anggap.

Sms yang kedua ia kirim lagi ke saya menanyakan kenapa saya tidak membalasnya? Saya pun langsung membalas sms itu karena saya tidak ingin persahabatan kami putus. Dan saya jelaskan kenapa saya tidak membalasnya. Eh... Dia hanya minta maaf. Dianggap ini hanya masalah biasa. Tapi kalo buat saya kan ini luarbiasa. Dia hanya memberi alasan kalau dia tidak memiliki pulsa untuk membalas sms dari saya.

Saya pun mencoba menjadi orang yang sabar dan memaafkan. Saya sudah menutup rapat-rapat permasalahan ini dan menganggap kalau diantara kami tidak terjadi apa-apa !

cinta sejati

Namaku Linda dan aku memiliki sebuah kisah cinta yang memberikanku sebuah pengajaran tentangnya. Ini bukanlah sebuah kisah cinta hebat dan mengagumkan seperti dalam novel-novel romantis, tetapi tetap bagiku ia adalah kisah yang jauh lebih mengagumkan dari semua novela tersebut.
Ini adalah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda Alhabsyi dan ibuku, Yasmine Ghauri. Mereka bertemu di sebuah majlis resepsi pernikahan dan kata ayahku dia jatuh cinta pada pandangan pertama ketika ibuku masuk ke dalam ruangan. Saat itu dia tahu, inilah wanita yang akan dikahwininya. Ia menjadi kenyataan dan mereka telah bernikah selama 40 tahun dengan tiga orang anak. Aku anak sulung, telah berkahwin dan memberikan mereka dua orang cucu. Ibu bapaku hidup bahagia dan selama bertahun-tahun telah menjadi ibu bapa yang sangat baik bagi kami, membimbing kami dengan penuh cinta kasih dan kebijaksanaan.
Aku teringat suatu hari ketika aku masih berusia belasan tahun. Beberapa jiran kami mengajak ibuku pergi ke pembukaan pasaraya yang menjual alat-alat keperluan rumah tangga. Mereka mengatakan hari pembukaan adalah waktu terbaik untuk berbelanja barang keperluan kerana barang sangat murah dengan kualiti yang berpatutan.
Tapi ibuku menolaknya kerana ayahku sebentar lagi akan pulang dari kerja. Kata ibuku,”Ibu tak akan pernah meninggalkan ayahmu sendirian”.
Perkara itu yang selalu ditegaskan oleh ibuku kepadaku. Apapun yang terjadi, sebagai seorang wanita, aku wajib bersikap baik terhadap suamiku dan selalu menemaninya dalam keadaan apapun, baik miskin, kaya, sihat mahupun sakit. Seorang wanita harus menjadi teman hidup suaminya. Banyak orang tertawa mendengar hal itu. Menurut mereka, itu hanyalah lafaz janji pernikahan, omongan kosong belaka. Tapi aku tetap mempercayai nasihat ibuku.
Sampai suatu hari, bertahun-tahun kemudian, kami sekeluarga mengalami berita duka. Setelah ulang tahun ibuku yang ke-59, ibuku terjatuh di kamar mandi dan menjadi lumpuh. Doktor mengatakan kalau saraf tulang belakang ibuku tidak berfungsi lagi, dia harus menghabiskan sisa hidupnya di pembaringan.
Ayahku, seorang lelaki yang masih sihat di usia tuanya. Tetapi dia tetap setia merawat ibuku, menyuapinya, bercerita segala hal dan membisikkan kata-kata cinta pada ibu. Ayahku tak pernah meninggalkannya. Selama bertahun-tahun, hampir setiap hari ayahku selalu menemaninya. Ayahku pernah mengilatkan kuku tangan ibuku, dan ketika ibuku bertanya ,”Untuk apa kau lakukan itu? Aku sudah sangat tua dan hodoh sekali”.
Ayahku menjawab, “Aku ingin kau tetap merasa cantik”.
Begitulah pekerjaan ayahku sehari-hari, merawat ibuku dengan penuh kelembutan dan kasih sayang.
Suatu hari ibu berkata padaku sambil tersenyum,”Kau tahu, Linda. Ayahmu tak akan pernah meninggalkan aku…kau tahu kenapa?”
Aku menggeleng, dan ibuku berkata, “Kerana aku tak pernah meninggalkannya…”
Itulah kisah cinta ayahku, Mohammed Huda Alhabsyi dan Ibuku, Yasmine Ghauri, mereka memberikan kami anak-anaknya pelajaran tentang tanggungjawab, kesetiaan, rasa hormat, saling menghargai, kebersamaan, dan cinta kasih. Bukan dengan kata-kata, tapi mereka memberikan contoh dari kehidupannya.

eh... imamnya gak ada !

Ini adalah cerita dari temanku yang dulu ketika masih kecil tinggal di Banyuwangi. Di kampung tempat tinggalnya dulu itu masih banyak tanaman-tanaman besar sehingga kalau malam gelap sekali terutama kalau tidak ada bulan. Apalagi waktu itu listrik belum masuk desa. Temanku biasa sholat di langgar (surau, mushola) terutama waktu subuh dan maghrib. Menurut temanku langgar itu sudah lama berdiri, sebelum dia lahir sudah ada. Bangunanya sangat sederhana dindingnya dari anyaman bambu (gedek). Disana sini dindingnya sudah pada berlobang. Bahkan didepan tempat imam dinding bawahnya sudang bolong cukup besar karena sering kena air hujan dan umurnja yang sudah puluhan tahun. Alat penerangannya berupa sentir. Waktu itu sentir biasanya dibuat dari botol (pendek) umumnya bekas tempat tinta diisi minyak tanah dan diberi sumbu dari potongan kain. Tentang keadaan seperti itu aku dapat membayangkan karena keadaan kampungku juga kurang lebih seperti itu waktu aku masih sekolah SR.

Suatu saat menjelang subuh dia berangkat ke langgar. Sebenarnya dia males banget berangkat sebab semalam hujan turun sehingga hawanya dingin sekali. Diluar bintangpun tidak terlihat karena mendung masih meyelimuti pagi itu sehingga keadaan masih gelap. Angin bertiup agak kencang menambah dingin. Sampai di langgar jemaah pun tidak banyak seperti biasanya.

Tidak lama menunggu sholatpun dimulai. Angin bertiup makin keras. Karena jendela langgar dibuka maka anginpun masuk kedalam. Nyala sentir bergoyang goyang tertiup angin. Saat sujud terakhir tiba-tiba lampu sentir mati, tertiup angin yang semakin kencang. Gelap sekali sampai orang sholat di baris depannya saja tidak terlihat. Setelah membaca tahiyat akhir beberapa lama tidak terdengar imam mengucapkan “asalamu'alaikum”. Ditunggu-tunggu masih belum juga terdengar “assalamu'alaikum” juga. Akhirnya orang yang sholat persis dibelakang imam menggapai tangannya kedepan, ternyata sang imam sudah tidak ada ditempat. Kemudian dia berkata agak keras :
“Wah imamnya sudah nggak ada !!!”.
Yang lain ada yang ketawa, ada yang mengomel suasana menjadi riuh ditengah kegelapan. Seorang lalu menyalakan sentir, dan minta sholat diulang lagi dengan imam pengganti.

Rupanya begitu sentir padam maka pak imam yang orangnya suka bercanda timbul ide untuk iseng. Dia baca “asalamu'alaikum” pelan sekali hanya terdengar untuk dirinya saja. Yang lain tidak mendengar karena suara pohon-pohon yang terkena angin. Begitu selesai mengucap “assalamu'alaikum” dengan perlahan-lahan dia keluar melalui lubang (mbrobos) dinding yang ada didepan tempat imam. Selesai sholat “ulangan” para jamaahpun pulang kerumah masing-masing. Beberapa diantaranya pulangnya lewat depan rumah pak imam. Ketika sampai depan rumahnya ternyata dia sedang duduk diteras sambil makan ketan dan senyum-senyum.
“Assalamu'alaikum pak” ucap beberapa orang.
“Wa alaikumsalam “ jawabya sambil terus senyum penuh dengan kepuasan dan mengunyah ketan. Dasar tukang iseng.

TARIF IKLAN / BANNER

on Sabtu, 05 Maret 2011



NO. JENIS BANNER UKURAN (PIXEL) BIAYA PERBULAN KETERANGAN
1 Banner 728×90 Header Paket 2 bulan 728×90 belum tersediabelum tersedia Semua halaman
2 Banner 468×60 Top Paket 2 Bulan 468×60 Rp. 40.000 Semua halaman
3 Banner 125×125 Sidebar 125×125 Rp. 25.000 Semua halaman
Metode Pemasangan Banner :
  • Kirim Banner Anda lewat email ke curhatme@gmail.com
  • Transfer biaya sewa banner ke rekening kami.
  • Konfirmasikan pembayaran Anda melalui SMS ke nomor 085235300559
  • Format Konfirmasi (Nama,Link Web/Blog,jumlah pembayaran disertai kode unik)
  • Banner akan langsung kami aktifkan setelah kami menerima konfirmasi pembayaran dari Anda.
Aturan Banner :
  • Ukuran Banner harus sesuai.
  • Format gambar harus GIF atau JPG.
  • Pemasang Banner bertanggung jawab penuh atas isi banner.
Metode Pembayaran:
Silakan Transfer Ke Salah Satu Rekening Dibawah :
Bank BNI
No. Rek : 0189024866
 NB: sebelum kirim hubungi kami dulu. 

Info Lebih Lanjut Kontak Support dibawah ini

contact : 085235300559